RSS

Surgamu Ada pada Keridhaan Suamimu (4)

D.Tidak Keluar Rumah Tanpa Izin Suami

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 33)

Di antara hak suami yang wajib ditunaikan oleh istri adalah tidak keluar rumah (pergi), kecuali mendapat izin dari suami. Selain berdasarkan pada firman Allah dalam surah Al-Ahzab [33] ayat 33, kewajiban istri dikuatkan pula oleh beberapa sabda Nabi saw, di antaranya adalah sebagai berikut.

1.    “Tidak halal bagi perempuan yang beriman kepada Allah dan hari Akhir bepergian dalam jarak sehari semalam, kecuali bersama-sama dengan mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2.    “Janganlah seorang istri bepergian selama dua hari tanpa disertai suami atau mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

3.    “Setiap wanita yang keluar dari rumahnya tanpa seizin suaminya maka dia berada dalam murka Allah swt hingga ia pulang ke rumahnya atau suaminya merelakan kepergiannya.” (H.R. At-Tirmidzi)

Dari beberapa dalil tersebut, bisa kita tarik suatu kesimpulan bahwa istri tidak boleh bepergian sendirian, kecuali mendapat izin dari suaminya atau dengan mahram yang ditunjuk oleh suaminya. Hal ini semata-mata untuk menjaga kehormatan, kesucian, dan keselamatan istri saat dalam perjalanan. Bahkan, menurut Ibnu Qudamah, izin dari suami bersifat mutlak. Ia mengatakan bahwa suami berhak melarang istri keluar rumah sekalipun untuk suatu keperluan, semisal berkunjung ke rumah orangtuanya atau bertakziyah.

Ada satu kisah pada zaman Rasulullah yang bisa kita ambil pelajaran penting. Saat itu, ada seorang sahabat yang akan ikut pergi berjihad. Dia berpesan kepada istrinya supaya tidak keluar rumah sebelum kedatangannya dari berjihad. Beberapa hari setelah kepergian sang suami, datanglah seorang utusan yang mengatakan bahwa sang istri tersebut diminta untuk datang ke rumah orangtuanya karena ibunya sakit. Namun, wanita itu menolaknya dengan alasan sang suami melarangnya keluar rumah sampai kedatangannya dari berrjihad.

Hari berikutnya utusan itu datang lagi dan menyampaikan kabar bahwa sakit ibunya bertambah parah, dan ia diminta datang untuk menengok ibunya. Namun, wanita itu tetap menolaknya dengan alasan yang sama. Hari berikutnya utusan itu kembali lagi dan menyampaikan kabar bahwa ibunya telah meninggal dunia, dan ia diminta untuk menyaksikan jenazahnya sebelum dikuburkan. Lagi-lagi wanita itu menolak dengan alasan yang sama.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, apakah wanita itu termasuk anak yang durhaka terhadap orangtunya?” Beliau menjawab, “Tidak, ia melakukan hal tersebut karena ingin menaati perintah suaminya. Sementara ibunya sekarang diampuni dosanya dan dimasukkan ke dalam surga karena ketaatan anaknya itu kepada suaminya.”

Termasuk juga dalam hal ini adalah apabila seorang istri keluar rumah untuk bekerja atau berkarier. Maka istri juga harus meminta izin terlebih dahulu kepada suami. Karena, pada dasarnya mencari nafkah adalah kewajiban pokok suami. Namun jika suami tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, istri boleh saja bekerja membantu suami asalkan dengan izin suami. Tetapi, jika memang suami tidak mengizinkan, istri harus mematuhinya. Dan, sebagai konsekuensinya, berapa pun nafkah yang diberikan oleh suami hendaklah kita terima dengan lapang hati karena yang demikian ini lebih mendatangkan keberkahan.

Ada banyak faktor atau motivasi seorang istri menginginkan dirinya bekerja di luar rumah. Di antaranya sebagai berikut.

1.    Adanya tuntutan beban hidup.

Mayoritas istri yang menjadi wanita karier adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, yakni membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anaknya.

2.    Sebagai bentuk aktualisasi diri.

Tidak sedikit istri yang bekerja di luar rumah bukan karena alasan ekonomi, melainkan lebih karena dorongan aktualisasi diri. Istri seperti ini biasanya sudah bekerja sebelum menikah. Dia memiliki keahlian atau jabatan tertentu sebelum menikah, sehingga ketika menikah sangat sayang apabila pekerjaannya itu ditinggalkan begitu saja, walaupun sang suami telah memiliki pekerjaan yang mapan.

3.    Tuntutan masyarakat.

Tidak sedikit wanita yang bekerja di luar rumah karena tuntutan masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan. Seperti menjadi dokter kandungan, bidan, mengajar anak-anak, atau pekerjaan lain yang hanya bisa ditangani oleh perempuan.

Bagi wanita yang terpaksa harus bekerja di luar rumah atau menjadi wanita karier, Iis Nur’aeni Afgandi dan Iis Salsabilah memberikan catatan berikut dalam bukunya, Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Surga.

1.    Pekerjaan yang dipilih adalah pekerjaan yang sesuai dengan syari’at Islam. Dalam hal ini wanita harus pintar memilih jenis pekerjaan. Jangan terjebak oleh pekerjaan yang akan menjerumuskannya pada hal-hal yang haram, seperti porstitusi, pekerjaan yang mempertontonkan anggota badan, dan pengadaan barang-barang haram.

2.    Tetap teguh dengan identitasnya sebagai seorang wanita dengan cara tetap memenuhi adab sebagai seorang wanita muslimah, baik dalam berbicara, bergaul, dan bertingkah laku. Hal ini sebagaimana firman Allah swt, “Katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) tampak dari padanya ….” (Q.S. An-Nûr [24]: 31)

3.    Bagi wanita yang sudah menikah, ia harus mendapatkan izin dari suaminya. Segenting apa pun urusan istri, tanpa izin suami tidak boleh dilakukan, apalagi harus keluar rumah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Tiap istri yang keluar rumah tanpa izin suaminya, tetap berada dalam murka Allah sehingga kembali ke rumahnya atau dimaafkan oleh suaminya.” (H.R. Ahmad)

4.    Tidak mengabaikan tugas utama sebagai seorang istri dan ibu. Karena suami selalu membutuhkan istrinya, demikian juga anak-anak selalu membutuhkan ibunya.


image: lutfianurazizah.blogspot.com

NB. - Lebih lengkapnya tulisan ini, bisa Anda dapatkan dalam buku berjudul Ibadah-Ibadah Wanita yang Dirindukan Surga karya Anneswa Mahdeatul Haqq, yang insya Allah akan terbit dalam satuatau dua bulan mendatang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...